Saturday, 1 June 2013

Masalah Kelam Peng-Eksekusi-an


Ini kisah tentang lebih dari 200 orang yang dieksekusi. KEJAM !!!

Pagi ini sangat berbeda dengan pagi – pagi sebelumnya, karena pagi ini gua akan pergi ketempat eksekusi dimana lebih dari 200 orang akan berada di tempat yang sama dan akan dieksekusi sama dengan gua. KEJAM !!!


Dag dig dug suara jantung gua mengalahkan jeritan manusia manusia yang bernasib sama dengan gua. Kami di kumpulkan dalam satu arena dan di bariskan menurut kasta dan golongan. Setiap barisan terdiri oleh satu algojo yang menambah keras dentuman jantung setiap orang yang berada di arena eksekusi. Sangat jelas sekali ekpresi muka setiap algojo, mereka sadis dan dingin, sesekali mereka tersenyum licik. BEGIS!!!

Satu persatu manusia tak bersalah itu di eksekusi dengan kejamnya, mereka menjerit, melompat-lompat. Hingga saat yang gua takutkan terjadi, akhirnya gua dipanggil dengan suara lantang menyasat hati ini. Gua terus berdoa dalam hati karena waktu eksekusi gua telah tiba. Gua takut, sedih semua kumpul di otak gua. Gua berjalan perlahan menuju algojo yang telah membawa senjata super yang membuat desir darahku tak beraturan. Amat sangat perlahan gua menghampiri dan waktu eksekusi tiba algojo mengeluarkan senjatanya dan senjata itu dia berikan kepada gua. Apa yang harus gua lakukan, gua bingung dengan senjata pemberian algojo ini. “buka aja oki”, “iya pak ini juga mau dibuka” surat pengumuman kelulusan yang menjadi senjata andalan algojo ini gua buka dan hasilnya gua dinyatakan lulus dari sman 1 talangpadang. Senang sekali gua pun menjerit dan melompat – lompat seperti orang – orang lain yang telah di eksekusi.

By the way, kenapa sih hari kelulusan ini harus ditandai dengan coret coretan? Dan awal sejarah coret – coretan itu kapan? Begitu banyak pertanyaan yang ada di pikiran gua tetang kelulusan di Indonesia. Kenapa tidak,  untuk merayakan kelulusan dengan duduk terus syukuran satu sekolahan atau apapun itu yang penting bermanfaat. Kenapa harus coret – coretan apakah kita akan sukses kalau udah coret – coretan. Menurut gua sih perayaan kelulusan dengan coret – coretan atau konpoi sangat tidak menghargai mereka yang belum lulus. Coba hargai mereka yang kurang beruntung, walaupun di sekolah kita tidak ada satupun yang tidak lulus. Tetapi apa salahnya  jika kita menghargai orang dari sekolah lain yang belum beruntung. Toh setelah kita lulus dari sma ini tidak  menjamin kita semua untuk hidup yang lebih baik dengan coret – coretan.

Baju ini sekarang udah di orang yang membutuhkan
Untuk kenang-kenangan katanya, kenapa harus coret-coretan bukannya klo mau buat kenang-kenangan tinggal foto-foto bareng gitu atau buat acara yang berkesan. Rata-rata isi coretan mereka tentang tanda tangan berserta nama. Yah tanda tangan apa pengaruhnya untuk kenang-kenangan. Misalnya tanda tangan itu lupa dikasih nama apa sang pemilik baju bertanda tangan itu inget ini tanda tangan siapa. Terus kalo udah inget langsung kebayang saat-saat menarik waktu sama dia. Coba lah contoh manusia manusia maju diluar sana apakah mereka melakukan hal yang sama dengan kita?

Tidak salah melakukan hal tersebut selagi kalian mampu dan dapat mepertanggung jawabkan kelakuan kalian. Tetapi gua berpikir apakah tidak ada cara lain yang lebih dewasa dan cerdas untuk bersukur kepada tuhan bahwa kita telah lulus.

Sedangkan Menurut gua hari kelulusan ini lebih gua maknai sebagai hari revolusi. Hari dimana gua berubah, berubah dalam kehidupan karena gua udah kembali ke masyarakat yang notabene kehidupannya lebih keras. Bukan lagi sekedar mencari nilai seratus atau mendapatkan peringkat pertama tetapi saat ini gua mencari respect dari masyarakat. Hal itu sangat sulit. Tidak seperti waktu disekolah kita bisa kerja sama dengan teman, saat ini jika kita tidak mampu maka kita akan terseleksi oleh alam. Alam yang menyeleksi kita bukan guru!

Catatan ini untuk adek – adek kelas yang hendak merayakan kelulusan, coba pikir -  pikir lagi deh. Biarkan tahun 2012 / 2013 ini adalah akhir dari cerita kelam perayaan kelulusan di Indonesia.

bersyukur adalah bentuk perayaan yang lebih dewasa dan cerdas” 
                                                         @Okineutron

No comments :

Post a Comment