Ini
kisah tentang lebih dari 200 orang yang dieksekusi. KEJAM !!!
Pagi
ini sangat berbeda dengan pagi – pagi sebelumnya, karena pagi ini gua akan
pergi ketempat eksekusi dimana lebih dari 200 orang akan berada di tempat yang
sama dan akan dieksekusi sama dengan gua. KEJAM !!!
Dag
dig dug suara jantung gua mengalahkan jeritan manusia manusia yang bernasib
sama dengan gua. Kami di kumpulkan dalam satu arena dan di bariskan menurut
kasta dan golongan. Setiap barisan terdiri oleh satu algojo yang menambah keras
dentuman jantung setiap orang yang berada di arena eksekusi. Sangat jelas
sekali ekpresi muka setiap algojo, mereka sadis dan dingin, sesekali mereka
tersenyum licik. BEGIS!!!
Satu
persatu manusia tak bersalah itu di eksekusi dengan kejamnya, mereka menjerit, melompat-lompat. Hingga saat yang gua
takutkan terjadi, akhirnya gua dipanggil dengan suara lantang menyasat hati
ini. Gua terus berdoa dalam hati karena waktu eksekusi gua telah tiba. Gua
takut, sedih semua kumpul di otak gua. Gua berjalan perlahan menuju algojo yang
telah membawa senjata super yang membuat desir darahku tak beraturan. Amat
sangat perlahan gua menghampiri dan waktu eksekusi tiba algojo mengeluarkan
senjatanya dan senjata itu dia berikan kepada gua. Apa yang harus gua lakukan,
gua bingung dengan senjata pemberian algojo ini. “buka aja oki”, “iya pak ini
juga mau dibuka” surat pengumuman kelulusan yang menjadi senjata andalan algojo
ini gua buka dan hasilnya gua dinyatakan lulus dari sman 1 talangpadang. Senang
sekali gua pun menjerit dan melompat – lompat seperti orang – orang lain yang
telah di eksekusi.
By
the way, kenapa sih hari kelulusan ini harus ditandai dengan coret coretan? Dan
awal sejarah coret – coretan itu kapan? Begitu banyak pertanyaan yang ada di
pikiran gua tetang kelulusan di Indonesia. Kenapa tidak, untuk merayakan kelulusan dengan duduk terus
syukuran satu sekolahan atau apapun itu yang penting bermanfaat. Kenapa harus
coret – coretan apakah kita akan sukses kalau udah coret – coretan. Menurut gua
sih perayaan kelulusan dengan coret – coretan atau konpoi sangat tidak
menghargai mereka yang belum lulus. Coba hargai mereka yang kurang beruntung,
walaupun di sekolah kita tidak ada satupun yang tidak lulus. Tetapi apa
salahnya jika kita menghargai orang dari
sekolah lain yang belum beruntung. Toh setelah kita lulus dari sma ini tidak menjamin kita semua untuk hidup yang lebih
baik dengan coret – coretan.
![]() |
| Baju ini sekarang udah di orang yang membutuhkan |
Untuk
kenang-kenangan katanya, kenapa harus coret-coretan bukannya klo mau buat
kenang-kenangan tinggal foto-foto bareng gitu atau buat acara yang berkesan.
Rata-rata isi coretan mereka tentang tanda tangan berserta nama. Yah tanda
tangan apa pengaruhnya untuk kenang-kenangan. Misalnya tanda tangan itu lupa
dikasih nama apa sang pemilik baju bertanda tangan itu inget ini tanda tangan
siapa. Terus kalo udah inget langsung kebayang saat-saat menarik waktu sama
dia. Coba lah contoh manusia manusia maju diluar sana apakah mereka melakukan
hal yang sama dengan kita?
Tidak
salah melakukan hal tersebut selagi kalian mampu dan dapat mepertanggung
jawabkan kelakuan kalian. Tetapi gua berpikir apakah tidak ada cara lain yang
lebih dewasa dan cerdas untuk bersukur kepada tuhan bahwa kita telah lulus.
Sedangkan
Menurut gua hari kelulusan ini lebih gua maknai sebagai hari revolusi. Hari
dimana gua berubah, berubah dalam kehidupan karena gua udah kembali ke
masyarakat yang notabene kehidupannya lebih keras. Bukan lagi sekedar mencari
nilai seratus atau mendapatkan peringkat pertama tetapi saat ini gua mencari respect
dari masyarakat. Hal itu sangat sulit. Tidak seperti waktu disekolah kita bisa
kerja sama dengan teman, saat ini jika kita tidak mampu maka kita akan
terseleksi oleh alam. Alam yang menyeleksi kita bukan guru!
Catatan
ini untuk adek – adek kelas yang hendak merayakan kelulusan, coba pikir - pikir lagi deh. Biarkan tahun 2012 / 2013 ini
adalah akhir dari cerita kelam perayaan kelulusan di Indonesia.
“bersyukur adalah bentuk perayaan yang lebih
dewasa dan cerdas”

No comments :
Post a Comment