Gua bingung, kenapa kalo ada kejadian yang menarik di Indonesia hampir selalu menjadi trending topic. Gua juga binggung, harus menanggapi dengan senang atau sedih
Bagi sebagian orang hal ini adalah sepele tetapi menurut gua, ini hal yang memalukan. Karena banyak orang yang menggunakan twitter menjadi indicator bahwa Negara tersebut adalah komsumtif, ini menjadi lebih ironis jika dibandingkan dengan keadaan Indonesia yang notabene adalah negara yang miskin. Selain itu hal ini juga menjadi indicator kalau Indonesia memiliki jumlah pengangguran yang luar biasa (updatenya).
![]() |
| http://lenteramerah.com |
Selain masalah trending topic, masalah konten yang ada di setiap tweet remaja Indonesia khususnya itu membuat gua tercengang. kita tau twitter adalah media social yang setiap kali kita menuliskan peristiwa akan dapat dibaca oleh orang yang berhubungan dengan akun pribadi kita. Tapi kenapa isi tweet itu masih aneh – aneh. Jangan – jangan tujuan utama membuat twitter adalah menujukan kalau lo itu aneh loh.
Gua juga heran kenapa masalah yang mendesak harus di dahului dengan ngetweet. Seperti masalah laper aja mau dikasih tau ke orang laen. “laper loh (dengan emoticon sedih)”. Bingung gua, nih orang bukannya cari makan malah update di socmed (sosialmedia), dikira kita yang baca bakal delivery ngirim makanan ke rumah lo. Ya pasti enggak lah, kecuali kalau di bayar. Ada lagi masalah kebelet boker aja di tweet “sakit perut” apa sih susahnya pergi ke toilet atau minum oralit pake ngasih tau ke dunia kalau dia lagi sakit perut. Apa perlu gua dateng kerumah lo sambil bawa wc duduk, lalu ngeliatin lo boker sambil teriak hore setiap kali potongan perhiasan itu keluar. Enggak kan, kecuali kalo dibayar. Yang ada, itu perhiasan udah keluar dari sarangnya dulu sebelum gua dateng. Yang paling aneh masalah sakit “aduh sakit kepala” tweet seseorang, “waw ternyata dia sakit kepala” tweet gua. “Gua bakal bawa obat kerumahnya” lanjut gua sambil bawa kiranti. Yang ada lo keburu pingsan nungguin gua dateng. Bener – bener absurd.
Selain masalah tweet yang absurd – absurd, di twitter juga ada suatu hukum yang tidak tertulis dimana setiap akun itu harus memiliki “follower” yang lebih banyak dari pada “following”-nya. Bahkan agar memuluskan jalannya, ada segelintir orang yang rela memperbanyak followers dengan mesin . ampun nih orang nemen banget sumpah. Dikira keren apa, yang ada geh gua enek. Ada lagi yang buat kata – kata indah atau joke – joke biar orang pada nge-retweet dan puncaknya adalah memiliki followers yang lebih banyak dari pada followingnya. Biar disebut pengguna twitter yang sukses. Yang ini kastanya lebih kerenlah dibanding orang yang menggantungkan kesuksesan twitternya di tangan mesin.
Ada lagi hal yang gak kalah anehnya. Entah hanya di Indonesia atau ada juga dinegara lain tentang akun akun kepo. Yang setiap hari kerjaanya nanya, kalau enggak membuat kalimat dimana ada kata kerja yang dihilangkan agar dijawab oleh pengguna twitter yang pinter. Super geli gua, ini orang maksudnya apa lah.
Kalau twitter gua mah keren @okineutron perfect deh menurut gua, makanya gua gak suka pake akun twitter orang laen.
Dari semua ke absurd-an tweet remaja Indonesia gua mencoba bepikir positip. Mungkin mereka ingin memperhias akun dengan tweet yang bervariasi. Oh iya, bila ada pihak yang tersakiti dengan postingan ini gua minta maaf, gua gak bermaksud merendahkan kalian ya. Ini Cuma unek – unek aja, oke.
“Dibalik hal yang sepele terdapat ke-absurd-an yang luar biasa”

No comments :
Post a Comment