SAINS…
Sains adalah pelajaran favorit gua entah itu kimia, fisika, biologi atau matematika mereka asik. Mempelajari sains menurut gua lebih seperti kita diajak bermain detective, tetapi kita diberi teka – teki yang levelnya lebih mudah dibanding dengan kasus yang ada di film conan. Pelajaran sains juga yang menyebabkan gua suka dengan film conan dan suka terhadap wanita berkaca mata. Menurut gua mereka imut, cerdas dan pendek seperti conan.
Sebagai orang yang mencinta sains otomatis gua tau apa itu logaritma, hidrolisis, relativitas dan genetika. Layaknya orang yang mendedikasikan dirinya untuk tuh pelajaran, gua mencoba untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dilingkungan dengan materi yang pernah gua terima. Hasilnya pun luar biasa, gua bisa menyelesaikan perhitungan rumit di toko. Sejauh ini sih progres gua baik, entah puluhan jenis perhitungan sudah gua selesaikan. Selain menjadi detective gua punya cita – cita menjadi ilmuan. Makanya kadang gua kalo keluar rumah suka pake wik putih kaya orang tua, biar di bilang albert einsten junior yang ada bukan dipanggil albert einsten malah dituduh jadi orang gila baru.
Gua paham apa itu genetika dan gua tau kenapa manusia itu berbeda – beda walau dari orang tua yang sama. Tetapi Gua paling gak paham sama evolusi menurut gua evolusi itu Cuma ngigauan Darwin tentang asal – usul makhluk hidup. Jadi mungkin dulu Darwin lagi di kebon binatang sendirian karena dia masih jomblo. Dia jalan – jalan sambil ngeliatin binatang, sampai dia berhenti di kandang hewan primate. Dia mulai tertarik terhadap monyet. Darwin dengan pandangan penuh arti melihat satu persatu monyet yang ada di kandang. Sampai tidak sadar dia ketiduran. Hembusan angin segar dan perlindungan pohon dari terik matahari membuat suasana mendukung buat Darwin tidur. Sesusai dengan artikel gua sebelumnya kalo tidur itu kegiatan terbaik para jomblo.
Dengan suasana dan kondisi sekitar yang mendukung Darwin pun tertidur dengan pulasnya hingga dia mimpi kalo manusia itu berasal dari monyet. Mimpi itu semakin nyata karena suara jeritan monyet benar – benar jelas di telinga dia. Karena kegiatan Darwin dianggap mengganggu wisatawan lain, petugas kebun binatang bangunin dia. Dengan mata yang belum terbuka seutuhnya dia mencoba untuk membuat teori tentang asal usul manusia adalah monyet.
Bukan tanpa alasan gua gak suka sama untuh teori. Gua gak setuju nenek moyang gua dari monyet karena gua mirip banget dan gua gak suka kalo menjadi satu – satu nya bukti teori Darwin adalah benar!
Tidak seperti teori evolusi, Gua mendukung teori genetika jadi gua percaya bahwa dalam satu keluarga mempunyai paras yang berbeda – beda kombinasi dan ayah ibu kita. Dan gua juga percaya penyebab gua hitam adalah genetic. Gua terima kalo gua hitam asalkan kakak – kakak gua hitam tapi kenyataanya mereka putih. Kenapa ! kenapa harus gua kenapa gak adek gua aja. Gua tau gua anak bungsu tapi kenapa anak bungsu itu gak bisa punya adek. Dan kenapa juga anak bungsu seperti gua gak punya kulit putih. Begitu banyak pertanyaan di pikiran gua, gua coba cari di buku dan hasilnya luar biasa gak ada jawabanya.
Hari ini gua coba untuk kembali menggunakan wik putih serta menggunakan kaca mata berbentuk lingkaran dengan kekuatan lensa empat – lima dioptri. Waktunya beraksi, gua mulai meneliti keluarga gua. Sehari belum dapat hasil, dua hari juga belum dapat hasil. Akhirnya setelah 8,46 hari gua dapet apa itu penyebab gua hitam.
Berikut analisisnya:
Gua tau dalam tubuh manusia ada pigmen yang berfungsi untuk memberi warna tubuh. Pigmen dibawa oleh gen yang ada di kromosom untuk disalurkan kepada anak melalui peleburan sel kelamin orang tua. Yang gua gak tau apakah pigmen ini bisa habis?. Walaupun agak terpaksa, gua dapet simpulin kalo pigmen itu ada di dalam tubuh manusia dalam bentuk dan kadar tertentu sehingga semakin banyak pigmen putih yang di berikan kepada anak terdahulu, semakin sedikitlah pigmen yang akan diperoleh oleh anak selanjutnya. Anjrit analisis gua keren abis.
Sebagai catatan, analisis gua ini hanya berlaku di rumah gua aja ya. Gua gak tau teori ini bakal berlaku untuk rumah lain. Yang jelas gua tau adalah pewarna putih dalam tubuh ibu gua habis dan gua hitam.
Seperti yang sudah – sudah catatan gua ini hanya tulisan konyol. Tentang sindiran untuk ilmuan Carles Darwin saya mohon maaf. Dia idola saya, saya menghargai karyanya yang luar biasa. Tidak ada niat untuk menghina karyanya tetapi ‘tulisan’ itu perlu saya tampilan agar catatan ini lebih terstruktur. SAYA MENGHARGAI KARYA BESAR CARLES DARWIN.
“Setiap saya membuat tulisan, saya mencoba untuk tidak menyakiti orang lain”

No comments :
Post a Comment